JUAL RIELLO RS38, RS50, RS70, RS100, RS130, RS190

Gas Burner riello tipe RS series adalah kompor burner industri buatan ITALIA, Gas burner tipe ini memiliki sistem orpasi 2and Stage/ dua tahap pembakaran dan mencakup kapasitas api 44 kw hingga 2290 kw dengan sumber bahan bakar gas, LPG, CNG, PGN dengan di bagi dari Riello tipe RS38, RS50, RS70, RS100, RS130 sampai Riello RS190. Burner italia ini di rancang untuk berbagai proses industri maupun rumahan sperti aplikasi boiler, Aplikasi Asphalt mixing plant, Rotary dryer, oven, incinerator dan aplikasi lain.
Pembakar gas Riello R-Series hadir dengan fitur standar yang menghasilkan efisiensi tinggi dan mengurangi konsumsi bahan bakar untuk aplikasi seperti air panas dan ketel uap, pemanas oli termal, dan proses industri ringan lainnya dengan kebutuhan kapasitas tinggi. Panel kontrol bawaan pabrik RS burner yang terintegrasi menawarkan pengoperasian yang ramah pengguna dan kemudahan servis sambil berkontribusi pada desain keseluruhan yang sangat ringkas. Bahan peredam suara yang tergabung dalam housing pemasukan udara semakin berkontribusi pada operasi kebisingan rendah RS. Konstruksi aluminium die-cast Riello yang direkayasa berkualitas memungkinkan desain RS yang sangat ringkas, ringan, dan mudah dipasang.
Teknikal Data Riello RS 38- RS190
Gas Burner Riello RS38
Riello tipe RS38 merupan burner gas dengan oprasi Two Stage(Dua Nozzle) Progresive jenis burner ini mencakup rentang pembakaran Mulai 105/232 – 440 kW, yang telah dirancang untuk digunakan pada boiler air panas suhu rendah mapun tinggu, furnace, proses pemanas direct langsung dan proses aplikasi lain.
Gas Burner Riello RS50
Riello tipe RS50 merupan burner gas dengan oprasi Two Stage(Dua Nozzle) Progresive jenis burner ini mencakup rentang pembakaran Mulai 116/290÷581 kW, yang telah dirancang untuk digunakan pada boiler air panas suhu rendah mapun tinggu, furnace, proses pemanas direct langsung dan proses aplikasi lain.
Spesifikasi Data :
Tipe Model : RS50
Burner operation mode : Two stage progressive
Modulation ratio at max. output : 2 ÷ 1
Heat output : 116/290÷581 kW
Heat output : 100/249÷500 Mcal/h
Control box Type : RMG
Servomotor : SQN90
Motor electrical power : 0,75 kW
Ignition transformer V1 – V2 : 230V-1×8 kV 1A – 20 mA
Dimensi packaging P X L X T :
Panjang : 1200 mm
Lebar : 502 mm
Tinggi : 520 mm
Berat : 41 Kg
Gas Burner Riello RS70
Riello tipe RS70 merupan burner gas dengan oprasi Two Stage(Dua Nozzle) Progresive jenis burner ini mencakup rentang pembakaran Mulai 192/465 – 814 Kw, yang telah dirancang untuk digunakan pada boiler air panas suhu rendah mapun tinggu, furnace, proses pemanas direct langsung dan proses aplikasi lain.
Spesifikasi Data :
Tipe Model : RS70
Burner operation mode : Two stage progressive
Modulation ratio at max. output : 2 ÷ 1
Heat output : 192/465 – 814 kW
Heat output : 165/400 – 700 Mcal/h
Control box Type : RMG
Servomotor : SQN90
Motor electrical power : 1.4 Kw
Ignition transformer V1 – V2 : 230V-1×8 kV 1A – 20 mA
Dimensi packaging P X L X T :
Panjang : 1405 mm
Lebar : 700 mm
Tinggi : 660 mm
Berat : 70 Kg
Gas Burner Riello RS100
Riello tipe RS100 merupan burner gas dengan oprasi Two Stage(Dua Nozzle) Progresive jenis burner ini mencakup rentang pembakaran Mulai 232/698 – 1163 KwJual burner riello RS 38, Jual Riello RS 50, Jual Gas Riello 70, Jual Buarner gas riello RS100, Jual burner riello RS130, Jual Burner Riello RS190, yang telah dirancang untuk digunakan pada boiler air panas suhu rendah mapun tinggu, furnace, proses pemanas direct langsung dan proses aplikasi lain.
Spesifikasi Data :
Tipe Model : RS100
Burner operation mode : Two stage progressive
Modulation ratio at max. output : 2 ÷ 1
Heat output : 232/698 – 1163 kW
Heat output : 200/600 – 10000 Mcal/h
Control box Type : RMG
Servomotor : SQN90
Motor electrical power : 1.8 Kw
Ignition transformer V1 – V2 : 230V-1×8 kV 1A – 20 mA
Dimensi packaging P X L X T:
Panjang : 1405 mm
Lebar : 700 mm
Tinggi : 660 mm
Berat : 73 Kg
Gas Burner Riello RS130
Riello tipe RS130 merupan burner gas dengan oprasi Two Stage(Dua Nozzle) Progresive jenis burner ini mencakup rentang pembakaran Mulai 372/930 – 1512 Kw, yang telah dirancang untuk digunakan pada boiler air panas suhu rendah mapun tinggu, furnace, proses pemanas direct langsung dan proses aplikasi lain.
Spesifikasi Data :
Tipe Model : RS130
Burner operation mode : Two stage progressive
Modulation ratio at max. output : 2 ÷ 1
Heat output : 372/930 – 1512 kW
Heat output : 320/800 -1300 Mcal/h
Control box Type : RMG
Servomotor : SQN90
Motor electrical power : 2.6 Kw
Ignition transformer V1 – V2 : 230V-1×8 kV 1A – 20 mA
Dimensi packaging P X L X T :
Panjang : 1405 mm
Lebar : 700 mm
Tinggi : 660 mm
Berat : 76 Kg
Gas Burner Riello RS190
Riello tipe RS190 merupan burner gas dengan oprasi Two Stage(Dua Nozzle) Progresive jenis burner ini mencakup rentang pembakaran Mulai 232/698 – 1163 Kw, yang telah dirancang untuk digunakan pada boiler air panas suhu rendah mapun tinggu, furnace, proses pemanas direct langsung dan proses aplikasi lain.
Spesifikasi Data :
Tipe Model : RS190
Burner operation mode : Two stage progressive
Modulation ratio at max. output : 2 ÷ 1
Heat output : 470/1279 – 2290 kW
Heat output : 405/1100 – 1970 Mcal/h
Control box Type : RMG
Servomotor : SQN90
Motor electrical power : 5.5 Kw
Ignition transformer V1 – V2 : 230V-1×8 kV 1A – 20 mA
Dimensi packaging P X L X T :
Panjang : 1420 mm
Lebar : 1000 mm
Tinggi : 660 mm
Berat : 115 Kg
Bagian-Bagian Body Burner Riello RS Series
Burner Riello RS Series dirancang dengan konstruksi monoblock yang kokoh sehingga memudahkan proses instalasi, pengoperasian, maupun perawatan. Setiap komponen memiliki fungsi penting untuk memastikan proses pembakaran berlangsung stabil, efisien, dan aman.
No | Komponen | Fungsi Sebagai hasilnya |
|---|---|---|
| 1 | Combustion Head (Kepala Pembakaran) | untuk Mencampurkan udara dan gas sehingga menghasilkan nyala api yang stabil dan efisien. |
| 2 | Ignition Electrode (Elektroda Pengapian) | untuk Menghasilkan percikan tegangan tinggi untuk menyalakan campuran udara dan gas saat proses start-up. |
| 3 | Combustion Head Adjustment Screw | untuk Mengatur posisi kepala pembakaran agar rasio udara dan bahan bakar sesuai dengan kapasitas burner. |
| 4 | Pipe Coupling (Sambungan Pipa) | untuk Menghubungkan burner dengan gas train atau pipa suplai bahan bakar. |
| 5 | Servomotor | Mengendalikan butterfly valve gas dan damper udara melalui mekanisme cam profil variabel. Saat burner berhenti, damper udara menutup otomatis untuk mengurangi kehilangan panas akibat efek cerobong (chimney draft). |
| 6 | Slide Bar Extension | untuk Memudahkan pembukaan burner saat inspeksi dan perawatan. |
| 7 | Motor Contactor & Thermal Overload Relay | Selain itu Melindungi motor kipas dari beban berlebih serta dilengkapi tombol reset setelah trip. |
| 8 | Ionization Probe Socket | Di sisi lain Konektor untuk probe ionisasi sebagai sensor pendeteksi nyala api. |
| 9 | Terminal Block | Titik sambungan seluruh kabel kontrol dan daya listrik burner. |
| 10 | Cable Grommet | Jalur masuk kabel listrik yang melindungi kabel dari gesekan dan kerusakan mekanis. |
| 11 | Burner Operation Switch | Selain itu Sakelar ON/OFF burner. |
| 12 | Stage Selector Switch | Memilih operasi Tahap 1 atau Tahap 2 pada burner progressive. |
| 13 | Control Box | Unit kontrol burner yang mengatur urutan penyalaan, monitoring nyala api, proteksi, serta dilengkapi lampu indikator lock-out dan tombol reset. |
| 14 | Flame Inspection Window | Jendela transparan untuk memantau kondisi nyala api selama operasi. |
| 15 | Minimum Air Pressure Switch | Memastikan tekanan udara dari blower mencukupi sebelum proses penyalaan berlangsung. |
| 16 | Sliding Guide Bar | Memungkinkan burner digeser keluar untuk memudahkan pemeriksaan combustion head tanpa melepas seluruh unit. |
| 17 | Gas Pressure Test Point | Titik pengukuran tekanan gas selama commissioning dan perawatan. |
| 18 | Air Pressure Test Point | Titik pengukuran tekanan udara dari blower. |
| 19 | Flame Sensor (Ionization Probe) | Mendeteksi keberadaan nyala api. Jika api padam, sistem akan menghentikan suplai gas secara otomatis. |
| 20 | Air Damper | Mengatur jumlah udara pembakaran sesuai kebutuhan kapasitas burner. |
| 21 | Fan Air Inlet | Saluran masuk udara menuju blower. |
| 22 | Fan Fixing Screw | Dengan demikian Baut pengikat blower pada housing burner agar tetap stabil saat beroperasi. |
| 23 | Gas Inlet Pipe | Jalur masuk bahan bakar gas dari gas train menuju burner. |
| 24 | Gas Butterfly Valve | Mengatur debit gas menuju combustion head sesuai perintah servomotor. |
| 25 | Boiler Mounting Flange | Dengan demikian Flange penghubung burner dengan pintu boiler sehingga pemasangan kuat dan kedap. |
| 26 | Flame Stability Disc | Menstabilkan pola nyala api sehingga pembakaran tetap sempurna pada berbagai tingkat beban. |
Gas Train (Instrumen Suplai Bahan Bakar)
Riello RS Series menggunakan gas train sebagai sistem pengatur dan pengaman aliran gas sebelum masuk ke burner. Butterfly valve pada burner dikendalikan oleh servomotor dengan cam profile variabel untuk mengatur debit gas pada Tahap 1 (Low Fire) dan Tahap 2 (High Fire) atau selama proses modulasi.
Sistem ini memungkinkan burner menghasilkan pembakaran yang stabil dengan rasio udara dan bahan bakar yang optimal. Jalur masuk gas dapat dipasang dari sisi kanan maupun kiri sehingga memberikan fleksibilitas dalam instalasi.
Pemilihan gas train harus disesuaikan dengan:
- Kapasitas burner (kW atau kcal/jam).
- Jenis bahan bakar (Natural Gas, LPG, CNG, atau LNG).
- Tekanan gas pada jaringan suplai.
- Standar keselamatan yang berlaku, seperti EN 676.
Gas train Riello tersedia dalam dua konfigurasi utama:
- Multiblock Gas Train, yaitu seluruh komponen utama seperti filter, regulator tekanan, pressure switch, dan katup solenoid terintegrasi dalam satu unit yang ringkas.
- Assembled Gas Train, yaitu rangkaian komponen yang dipasang secara terpisah sehingga lebih fleksibel untuk aplikasi industri berkapasitas besar atau tekanan gas tinggi.
Dengan kombinasi body burner yang dirancang presisi dan gas train yang lengkap, Riello RS Series mampu memberikan pembakaran yang efisien, aman, dan andal untuk berbagai aplikasi seperti steam boiler, hot water boiler, thermal oil heater, furnace, hot air generator, rotary dryer, dan oven industri.
Studi Kasus: Pemilihan Riello RS 38 Gas Burner dan Gas Train pada Steam Boiler 500 kg/jam
Latar Belakang
Sebuah perusahaan makanan ringan di Tangerang menggunakan Steam Boiler Fire Tube kapasitas 500 kg/jam untuk proses memasak, sterilisasi, dan pemanasan. Sebelumnya boiler menggunakan burner lama dengan sistem ON/OFF yang menyebabkan konsumsi gas tinggi dan tekanan uap sering tidak stabil.
Perusahaan berencana mengganti burner dengan Riello RS 38 Two Stage Progressive Gas Burner agar pembakaran lebih efisien, aman, dan mampu menjaga tekanan steam tetap stabil.
Data Perancangan
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Jenis Boiler | Fire Tube Steam Boiler |
| Kapasitas Steam | 500 kg/jam |
| Efisiensi Boiler | 90% |
| Tekanan Kerja | 8 bar |
| Bahan Bakar | Natural Gas |
| Nilai Kalor Gas | 8.500 kcal/Nm³ |
| Jam Operasi | 16 jam/hari |
Perhitungan Beban Panas Boiler
Menggunakan pendekatan sederhana:
1 ton steam ≈ 650.000 kcal/jam
Maka:
Q=0,5×650.000Q = 0,5 \times 650.000 Q=325.000 kcal/jamQ = 325.000\ \text{kcal/jam}
Konversi menjadi kW:
325.000÷860325.000 \div 860 =378 kW= 378\ \text{kW}
Dengan safety factor sekitar 10%:
378×1,10378 \times 1,10 =416 kW= 416\ \text{kW}
Pemilihan Burner
Spesifikasi Riello RS 38:
- Minimum : 105 kW
- Progressive Stage : 232 kW
- Maksimum : 440 kW
Karena kebutuhan boiler sekitar 416 kW, maka Riello RS 38 merupakan pilihan yang tepat karena masih berada dalam rentang kapasitas kerjanya.
Perhitungan Konsumsi Gas
Energi yang dibutuhkan:
325.000 kcal/jam
Konsumsi Natural Gas:
325.000÷8.500325.000 \div 8.500
= 38,2 Nm³/jam
Jadi kebutuhan gas pada beban penuh sekitar:
38–40 Nm³/jam
Pemilihan Gas Train
Untuk burner Riello RS 38, dipilih gas train yang terdiri dari:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Manual Ball Valve | Menutup dan membuka suplai gas secara manual. |
| Anti Vibration Joint | Mengurangi getaran dari jaringan pipa gas. |
| Gas Filter | Menyaring kotoran agar katup dan burner tetap bersih. |
| Pressure Regulator | Menjaga tekanan gas tetap stabil. |
| Minimum Gas Pressure Switch | Menghentikan burner jika tekanan gas terlalu rendah. |
| Dual Solenoid Valve | Mengontrol dan mengamankan aliran gas secara otomatis. |
| Butterfly Valve | Mengatur debit gas menuju combustion head. |
| Gas Pressure Gauge | Memantau tekanan gas selama operasi. |
Karena kapasitas burner 440 kW masih di bawah 1.200 kW, penggunaan Valve Proving System (VPS) umumnya tidak diwajibkan oleh standar EN 676, meskipun tetap dapat dipasang sebagai fitur keselamatan tambahan apabila diinginkan.
Alur Sistem Pembakaran
Natural Gas
│
▼
Manual Ball Valve
│
▼
Anti Vibration Joint
│
▼
Gas Filter
│
▼
Pressure Regulator
│
▼
Minimum Gas Pressure Switch
│
▼
Dual Solenoid Valve
│
▼
Butterfly Valve
│
▼
Riello RS 38 Gas Burner
│
▼
Steam Boiler 500 kg/jamHasil Implementasi
Setelah menggunakan Riello RS 38, diperoleh beberapa peningkatan:
- Tekanan steam lebih stabil karena burner bekerja secara Two Stage Progressive.
- Frekuensi start-stop burner berkurang sehingga umur komponen lebih panjang.
- Pembakaran lebih sempurna dengan nyala api yang stabil.
- Konsumsi gas lebih efisien dibanding sistem ON/OFF lama.
- Emisi pembakaran lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.
- Perawatan lebih mudah karena desain burner monoblock memungkinkan akses cepat ke combustion head.
Analisis Engineering
Pada kapasitas 500 kg/jam, kebutuhan panas sekitar 378 kW berada pada kisaran optimal kerja Riello RS 38 (105–440 kW). Hal ini membuat burner dapat beroperasi tanpa selalu berada pada kapasitas maksimum, sehingga efisiensi pembakaran tetap tinggi dan umur komponen lebih panjang.
Penggunaan Pressure Regulator, Minimum Gas Pressure Switch, dan Dual Solenoid Valve memastikan tekanan gas tetap stabil sekaligus memberikan perlindungan apabila terjadi penurunan tekanan atau gangguan pada sistem suplai gas.
Kesimpulan
Untuk Steam Boiler Fire Tube 500 kg/jam berbahan bakar Natural Gas, Riello RS 38 Gas Burner merupakan pilihan yang sesuai karena memiliki kapasitas 105–440 kW, sejalan dengan kebutuhan panas boiler sekitar 416 kW (termasuk faktor keamanan). Dengan gas train yang dipilih secara tepat, sistem pembakaran menjadi lebih efisien, tekanan uap lebih stabil, konsumsi gas sekitar 38–40 Nm³/jam, serta memenuhi kebutuhan operasi industri yang mengutamakan keandalan, keselamatan, dan efisiensi energi.
Info lebih lanjut terkait gas burner riello bisa hubungi Marketing kami di bawah ini :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
